CIKAL BAKAL DARUL HIKMAH

(Oleh K. H. A. Mahally Salim)

 

1.      Mbah lebih alias sholeh Mbah labia (4) yang kemudian terkenal dengan nama Mbah Sholeh (2) adalah saudara ipar Mbah Malik (Cangga K.H.A. Mujib Abbas BUduran (3) bliau adalah prajurit pangeran Diponegoro yang mana setelah selesai perang di Ponegoro melawan penjajah belanda menebarkan agama islam di desa Prasung (4) Beliau memimpin pembangunan Masjid Baitul Muttaqin Prasung Tani dan yang meletakkan Qubbah kekep diatas Masjid tersebut pada sekitar Th. 1847 M. (5) Masjid dibangun diatas tanah waqof dari Mbah Kun yang hidup pada abad 19 M. (6) diyakini bahwa ajaran Islam yang dibesarkan oleh mbah Sholeh ini adalah ajaran agama Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (7) hal ini dapat dilihat dari beberapa fakta yang antara lain ialah :

a.       Bentuk bangunan mimbar Masjid Baitul Muttaqin yang dilengkapi dengan tongkat Khutbah dan Bedug sejak dahulu kala yang menggambarkan budaya islam jawa yang merupakan ciri khas bangunan masjid model wali songo (8)

b.      Peguron ngaji yang berada disebalah utara maqbaroh Prasung Tani timur yang diasuh oleh Mbah Syekh dan Mbah Tamhid pada akhir abad 19 M. Sampai awal abad 20 M. yang merupakan generasi penerus Mbah SHoleh dengan menggunakan kitab Sulam Safinah dan Bidayatul Hidayah dll. Dari Al Kutubul Mu’tabaroh dalam lingkungkan Ahlus Sunnah Wal Hidayah An Nahdliyyah dan Ahushiyah Toriqoh Qodariyyah (Reboan) (9)

c.       Ubudiyyah kaum muslimin Desa prasung sejak dahulu hingga kini adalah Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyyah (10) hal ini dapat dilihat dengan bukti-bukti yang masih Nampak hingga kini (2013) yang antara lain ialah :

1.      Pelaksanaan sholat maktubah ala Madzahab Imam Syafi’i

2.      Tradisi pujian sebelum sholat maktubah berjamaah

3.      Membaca Usholli menjelang takburotul ihrom

4.      Membaca tahmid, tasbih, dan tawajjuh dalam do’a Iftitah

5.      Membaca basmalah dalam fatihah Ketika sholat

6.      Membaca do’a Qunut dlam sholat subuh dan akhir sholat witir pada sparuh terakhir dari bulan romadhon

7.      Membaca Sayyidina Ketika bersholawat nabi SAW.

8.      Membaca Assalamualaikum Warohmatullah dalam mengakhiri sholat maktubah dan masnunah

9.      Membaca Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh dalam mengakhiri sholat jenazah

10.  Pelaksanaan sholat Tarawih 20 roka’at

11.  Pelaksanaah Sholat Witir bermadzhab Syafi’i (2+1)

12.  Tradisi wiridan bersama setelah sholat maktubah

13.  Pelaksanaan sholat jum’at dengan 2X adzan

14.  Ada sholat sunnah qobliyyah dan ba’diyyah jum’at

15.  Khotib jum’at menggunakan tongkat khutbah

16.  Terbiasa membaca Ibadallah menjelang akhir khutbah

17.  Talqin mayit setelah pemakaman

18.  Tahlil alal mayyit hingga 7 hari, kemudian 40 hari, 100 hari, 1000 hari dan haul

19.  Gemar membaca sholawat diba’i, barzanji dll

20.  Masjid Baitul Muttaqin dilengkapi dengan bedug

21.  Dll yang berbentuk amal ibadah dan social

Dengan demikian maka kita Yakini bahwa ajaran islam yang dikembangkan oleh Mbah Sholeh yang kemudian menjadi amalan kaum muslimin Desa Prasung ialah islam Ahlus Sunnah Annahdliyyah

4. Pada saat terjadi agresi Belanda ke II Th 1947 Desa Prasung adalah markas Lasykas Hizbullah dan Pesindo yang menghadang tantara Belanda ynag bermarkas di Desa Betro Sedati (11) (Saat itu ada 2 pemuda prasung yang termasuk Lasykar Hizbullah  yaitu H. Ahmad Muji dan H. Ahmadun) dan seorang pemuda di lasykar Pesindo yaitu H Nawawi) (12) karena itu maka Desa Prasung menjadi sasaran tembak senjata murtir belanda dari Desa Betro hingga memporak porandakan tanah persawahan Desa Prasung dan menjadikan seluruh penduduk Prasung mengungsi ke daerah-daerah yang dipandang aman, sehingga Desa Prasung menjadi lenggang dan lahan pertanianya menjadi hutan gelagah dan alang-alang. Sementara seorang pemuda prasung (H. M. Salim) ditangkap dan ditahan serta disiksa oleh tantara belanda karena tudingan mata-mata belanda sebagai pemuda aktifis pendukung perjuangan Lasykar Hizbullah (13) Setelah keadaan aman penduduk desa prasung telah pulang kampung dari tempat pengungsianya. Mereka membangun Kembali perkampungannya dan membongkar (membuka Kembali) lahan pertanianya yang sudah menjadi hutan gelagah dan alang-alang sehingga terwujudlah 10 sawah gogol, sawah ganjaran, sawah cuilan gogol yang dihimpun. (14)

Satu hal yang amat sangat memperihatinkan sebagai akibat dai penjajahan Belanda ialah Sebagian besar warga Desa Prasung adalah buta huruf alias bodoh. Karena tidak mengenyam pebdidikan sekolah dalam bidang Aqidah Syari’ah kebanyakan mereka awam (tidak dapat membaca Al Qur’an ibadahnya kurang praktis dan diwarnai praktek Syirik) kecuali Sebagian kecil yang pernah mengenyam Pendidikan Pesantren.(15)

Situasi yang sedimikian inilah kemudian menggugah semangatdan tekat para pemuda jebolan pesantren untuk mendirikan madrasah diniyah islamiyyah guna membebaskan masyarakat desa Prasung dari buta huruf dan kebodohan, menyelamatkan mereka dari kemusyrikan dan memperbaiki amal ibadah mereka dengan Syari’at Islamiyyah serta membangun budi pekerti mereka dengan Akhlakul Karimah. Saat itu terjadilah perpaduan pemikiran 3 tokoh alumni Pondok Pesantren yaitu :

§  H. M. Yasin Ali alumni Pondo Pesantren Tebu ireng + Sw. Panji

§  H. M. Salim alumni Pondok Pesantren Ngaben Tanggulangin

§  H. Ahmad Muji alumni Pondo Pesantren Tebu ireng

Buah pikiran 3 tokoh tersebut  kemudian dikembangkan kepada Tokoh-tokoh yang lain di Desa Prasung. Wahasiluha : Mereka sepakat mendirikan madrasah Diniyyah Islamiyyah di panggung atas kolam  Masjid Baitul Miuttaqin Prasung Tani. H. A. Muji sebagai Kepala Madrasah. Sedangkan H. M. Yasin Ali dan H. M. Salim bertindak sebagai ketua dan sekretaris pengurus. (16)

Madrasah diniyah ini didirikan Th 1949 dan berakhir Th 1951. Selanjutnya Desa Prasung mengalami masa Fakim Lembaga Pendidikan karena masyarakat Desa disibukkan dengan urusan perekonomian yang berada diambang kemiskinan sebagai akibat dari penjajahan yang berkepanjangan. Sementara dari fihak pemerintah RI belum bisa mendirikan Lembaga Pendidikan di Desa Prasung  ini. Sekalipun madrasah diniyyah Islamiyyah ini tidak dapat berjalan namun para tokohya masih tetap bersemangat untuk membangkitkan Kembali dikemudian hari.

Untuk sementara praktek pembelajaran dilakukan dalam bentuk peguron ngaji di Masjid, Muthola’ah, rumah-rumah mu’alimin (17). Inilah sekilas pandang tentang cikal bakal Madrasah Darul Hikmah dengan sedikit gambaran tentang corak islam di Desa Prasung.

Sumber keterangan:

1.      K. H. Zubaidi Jombang

2.      K. H. Mas M. Nur

3.      K. H. A. Mujib Abbas

4.      H. M. Yasin Ali

5.      H. M. Yasin Ali – H. M. Tho’at

6.      H. M. Yasin Ali –  H. Sa’dulloh

7.      H. M. Yasin Ali –  H. Sa’dulloh

8.      9. 10.  H. M. Yasin Ali –  H. Sa’dulloh

11.    H. M. Yasin Ali –  H. Sa’dulloh – H. M. Salim – H. M. Nawawi – H. Ahmad Shiddiq carik zaman Belanda – Abd. Ghoni petinggi setelah merdeka

12.    13. 14. 15. Idem

16.    H. M. Yasin Ali –  H. Sa’dulloh – H. M. Salim – H. M. Nawawi – H. Ahmadun

17.    Idem

Catatan:

Desa Prasung menjadi markas Lasykar Hizbulloh untuk menghadang tantara Belanda yang bermarkas di Desa Betro Sedati telah dibenarkan oleh Bpk. K. H. Hasyim Latif salah seorang komandan Lasykar Hizbulloh yang memasang bom ledakan di Buk sumber Buduran untuk memutus jalur transportasi agar tank-tank Belanda tidak bisa bergerak kea rah selatan (Kota Sidoarjo)

LAHIRNYA DARUL HIKMAH

Setelah Nahdlatul Ulama tampil sebagai pemenang dalam pemilu pertama di Indonesia pada tahun 1955 (masuk partai 4 besar) Maka PC NU Sidoarjo menggelar Pendidikan kade secara besar-besaran yang diikuti ranting-ranting NU sekabupaten sidoarjo yang dilaksanakan dalam bulan Romadhon di MI NU Kutuk Sidoarjo. Amanat pokok yang diberikan oleh PCNU Kab Sidoarjo kepada para kader Nu yang terdidik itu ialah agar memperjuangkan berdirinya Madrasah, Majlis Ta’lim, Badan Amil Zakat dan pertanu, disetiap ranting NU. (18)

Dalam kesmpatan itu ranting NU prasung yang diketuai H. M. Yasin Ali mengirim 2 kadernya yaitu, H. M. Salim dan H. Ahmad Muji yang saat itu menjabat sebagai sekertari dan wakil sekertari ranting NU Prasung (19)

Sebagai tindak lanjut dari hasil kaderisasi tersebut maka H. M. Yasin Ali dengan didampingi 2 Kader petinya serta jajaran pengurus ranting NU Prasung mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama’ (MINU) dengan bimbingan langsung dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU cabang sidoarjo pada tahun 1957. (20) Namun seiring dengan kuatnya pengaruh politik nasioanal dibawah pemerintahan ordebaru terhadap wilayah Pendidikan NU dalam dekade 70 nama MINU terpaksa kemudian diubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah (21)

Pada tahap awal tepatnya pada Th Ajaran 1947/1958 perolehan siswa sebanyak 27 anak dengan seorang guruyang sekaligus api madrasah yang Bernama Mafhum santri pondok pesantren Al Khozini Buduran asal Jombang dengan seorang guru piket H. M. Salim yang mana pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya di Musholla Darus Salam Prasung Tani timur (sekarang wilayah RT IVI RW III) Pada tahin ajaran berikutnya 1958/1959 kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke rumah Pak Jai’un RT VI RW III(22)

Pengurus Madrasah Ibtidaiyyah Darul Hikmah berupaya untuk memiliki Gedung madrasah sendiri yang permanen. Maka H. M. Yasin Ali melakukan Sholat Istikhoroh yang kemudian memperoleh fision dalam bentuk Ru’yah yang memperlihatkan keadaan dimana Nampak kuwade besar nan indah serta anggun berwibawa bagai singgah sana raja yang tergelar diatas tanah pekarangan H. Sa’dulloh yang terletak disebelah timur maqbaroh Prasung Tani barat (sekarang RT IV RW II) dalam waktu yang hamper bersamaan H. Sa’dulloh juga berkehendak untuk menawarkan tanahnyaitu sebagai Waqfiyyah buat madrasaah Darul Hikmah. Iabarat gaung bersambut maka setelah berbincang empat mata H. M. Yasin Ali dan H. Sa’dulloh untuk membangun Gedung madrasah diatas tanah tersebut dengan disambut gembira oleh para pengurus Madrasah IbtidAAaiyyah Darul Hikmah (23)

Maka dibangunlah Gedung yang permanen dengan ukuran5,5 X 9 M dari barat membangun ke timur menghadap kearah selatan (jalan desa) dengan dilengkapi tera, jading dan sumur.

Pembangunan Gedung ini dapat diselesaikan dan ditempati pada tahun ajaran 1985/1959 (08-11-1958/Jumadil Awal 1137)(24) dengan demikian secara detail bulan mei 1957/11 syawal 1376 adalah berdirinya Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlotul Ulma’ (MINU) yang kemudian diubah nama menjadi Madrasah Ibtidaiyyah Darul Hikmah (MIDH) yang sebagai mata rantai dari madrasah Diniyyah Islamiyyah yang tidaj berjlanjut yang memiliki keterkaitan erat dengan visi perjuangan Nu dalam bidang Pendidikan dan sesuai dengan karakter muslimin Desa Prasung yang sanny yang dahulu di bangun oleh Mbah Labai Sholeh wa Ash Habihi wa a’asanihi

Sumber keterangan :

18.  K. H. M. Nur Yahya Ketua (Ma’arif Nu        Cabang Sidoarjo Priode 1

K. H. M. Ja’far Ali Ketua Ma’arif Nu Cabang Sidoarjo Priode 2

H. M. Yasin Ali Ketua NU Ranting Prasung

H. M. Salim Sekretaris Ranting NU Prasung / utusan kaderisasi

19.  H. M. Yasin Ali – H. M. Salim – H. Ahmadan

20.  Idem

21.  H. M. Salim – H. Ahmdadan – H. M. Faishol Ridwan

22.  H. M. Yasin Ali – H. M. Salim – H. Ahmadan – H. M. Nawawi

23.  H. M. Yasin – H. Sa’dullah – H. M. Salim – H. M. Nawawi

24.  Idem

Perkembangan Darul Hikmah

            Pada akhir tahun ajaran 1959/60 ma’sum mengundurkan diri dari tugasnya sebagai guru dan kepala madrasah Darul Hikmah karena pulang ke kampung halamanya. Sebagai gantinya pengurus MIDH mengangkat K. H. M. Yasir Kholil sebagai guru sekaligus kepala MIDH pada awal tahun ajaran 1960/61.

Jumlah murid pada tahun ini telah mencapai diatas 100 siswa sehingga Gedung MIDH tidak mampu menampungnya terpaksa KBM untuk Sebagian kelas diletakkan didepan teras rumah H. M. Yasin Ali Ikhtiar pengurus MIDH untuk menambah bangunan Gedung berukuran 5,5 M x 8 M plus teras berhail pada tahun 1961/62 sehungga bangunan Gedung MIDH menjadi bentuk huruf L (2) pada tahun ajaran selanjutnya jumlah murid semakin bertambah banyak sehingga pengurus MIDH menambah bangunan Gedung lagi berukuran 5,5 M x 9 M2 plus teras sehingga bangunan berbentuk huruf T yang bagian atasnya (timur) memanjang kekiri (utara).

Bangunan selesai dan dapat ditempati pada tahun 1964(3)

Pada tahun ajaran 1964/65 adalah tahun pertama kalinya MIDH mengikutsertakan anak didiknya dalam ujian persamaan akhir yang yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU Cabang Sidoarjo Sebanyak 12 Siswa Siswi  kelas 6 dan berhasil lulus 65 th suatu capaian yang cukup mengesankan menurut ukuran saat itu. Adapun  ujian MIN saat itu belum ada semakin berta,bah tahun jumlah siswa MIDh semakin bertambah banyak sehingga jumlah ruang belajar tidak mampu menampungnya Alhamduliulllah upaya pengurus MIDH dalam menambah ruang belajar seluas 6 M x 21 M. Plus teras tekel berhasil pada tahun 1972 sehingga bangunan Gedung MIDH berbentuk huruf T dan I (4).

Bangunan Gedung baru itu membujur dari barat ke timur menghadap ke selatan yang terletak disebelah utara bangunan Gedung lama diatas tanah waqof dari H. M. Yasin dan beli kepada salman.

Pada akhir tahun ajaran 1977/78 K. H. M. Yasir Kholil telah mengundurkan diri dari guru dan kepala midh karena disamping usianya yang sudah mencapai usia pensiun juga banyaknya aktifitas beliau sebagai aktifis di MWCNU Buduran dll. Maka pengurus MIDH menetapkan H. A. Mahally Salim sebagai kepala MIDH atas dasar hasil pilihan dalam rapat guru MIDH pada tahun ajaran 1978/79 ruang belajar sudah tidak mampu menampung jumlah yang semakin bertambah banyak karena itu pengurus MIDH menambah bangunan Gedung lagi seluas 7 M x 21M. Plus teras membujur dari selatan keutara dengan menghadap ketimu yangterletak disebelah barat Gedung baru yang berbentuk I sehingga beralih bentuk huruf T maka seluruh bangunan Gedung MIDH berbentuk T dan T terbalik bangunan Gedung ini telah selesai pada akhir tahun 1979 (5).

Tahun ajaran 1982/83 jumlah siswa MIDH mencapai angka 402  anak jumlah ini merupakan puncak tertinggi sejak MIDH didirikan tahun 1957 hingga monografi ini disempurnakan tahun 2013 M. bangunan pergedunganya terdiri dari 10 ruang belajar, 1 kantor, 1 perpustakaan, dilengkapi dengan jading, sumur, Wc dan Gudang.

Konsentrasi pemikiran kepala MIDH saat itu tertuju kepada banyak hal yang terpenting antara lain ialah:

1.      Mempertahankan dan meningkatkan prestasi MIDH

2.      Merencanakan berdirinya MTs DH

3.      Memberi konsep dan dorongan kepada pengurus MIDH agar merehabilitasi Gedung-gedung MIDH dengan mengatur posisi bangunan dengan tata ruang yang indah dan representatif

Syukur alhamdulillah 3 hal tersebut telah diberi ijabah oleh Allah SWT.

1.      Tahun ajaran 1983/84 MIDH meraih juara umum dalam Proseni Madrasah LP Ma’arif NU Koratan Buduran serta dapat mempertahankan kelulusan 100% dalam ujian MIN dan Juara I lomba dan juara I UAS se Kab Sidoarjo

2.      Tahun ajaran 1983/84 MTSDH berhasil didirikan dengan kepala MTSDH dijabat H. A. Mahally Salim yang untuk sementara merangkap jabatan kepala MIDH

3.      Tahun ajaran 1984/85 pengurus berhasil membongkar bangunan Gedung tua yang berbentuk huruf T yang terletak disebalah barat bagian depan dan membangun Gedung baru yang berbentuk huruf L disebalah timur bagian depan dengan menghadap kesebelah barat dan pada tahun 1985/86 dapat menambah bangunan disebelah barat dengan menghadap ke timur sehingga bangunan Gedung MIDH +MTSDH terlihat cantik setelah setahun merangkap jabatan kepala MIDH dan MTSDH maka pada awal tahun ajaran 1984/85 H. A. Mahally Salim mengundurkan diri dari kepala MIDH agar dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan tugas jabatan kepala MTS DH adapaun jabatan kepala MIDH oleh pengurus MIDH diserahkan kepada H. Madzkur sampai akhir tahun ajaran 1984/85 dan selanjutnya pada tahun ajaran1985/86 dijabat H. A. Ro’uf Ja’far sampai akhir tahun ajaran 1995/1996 dan kemudian dijabat oleh  A. Syukur mulai tahun ajar 1996/97 hingga sekarang 2012/13.

Kepala TKMDH + kepala MIDH + Kepala MTSDH serta segenap para guru DH telah berjalan seiring dengan penuh kebersamaan dan kekompakan didalam membesarkan DH dan pengurusnyapun semakinbertambah giat didalam mengupayakan terwujudnya sarana prasarana Pendidikan Darul Hikmah dibawah pimpinan H. M. Yasin Ali.

Subhanallah masyaallah kun wa malam yasyak lam yakun selaras dengan perkembangan Darul Hikmah yang sinarnya kian merekah dan harumnya semakin semerbak sang tokoh pendiri yang juga ketua pengurus DH telah dipanggil menghadap intiqol ilarohmatillah innalillahi wainnailai roji’un dibulan dzulqo’dah 1404/agustus 1984 disaat jamaah haji dari kecamatan Buduran berangkat ketanah suci Makkah Almukarromah Wal Madinah Almunawaroh persis dengan ucapan beliau sekitar satu bulan sebelumnya dimana beliau berkata “ aku jange berangkat haji ijen, yai munah ambek bek tun gak takjak”  / “saya akan berangkat haji sendirian, nyai munah dan bik ton (kedua istrinya) tidak saya ajak”. 

Dengan wafatnya tokoh pendiri dan juga ketua pengurus DH itu maka pengurus DH memilih K. H. M. Faishol Ridwan sebagai ketua pengurus DH. Suatu keberuntungan dari Darul Hikmah dimana disaat NU disapa dan disanak oleh pak Suharto presiden RI Darul Hikmah telah memperoleh kucuran dana rehab besar sehingga Darul Hikmah dapat membangun 4 Ruang belajar dengan bentuk huruf L disebelah timu arah depan dan memindah jading WC, sumur kearah belakang Gedung pada tahun 1984/85 (6) beriringan dengan itu Darul Hikmah telah mendapat tambahan tanah waqof dari ahli waris almarhum H. M. Yasin Ali yang terletah dibelakang Gedung DH persis dengan isyarat yang diberikan oleh H. M. Yasin Ali kepada H. M. Salim Ketika beliau berdua meninjau Darul Hikmah terkait rancangan tata ruang/banguna Darul Hikmah sisi depan yang diajukan oleh kepala MTS DH pada tahun ajaran 1982/83 kepada pengurus DH selain itu beliau berdua berada didekat sumur belakang, kemudian H. M. Yasin Ali menghadap ke arah utara sambal menuding dan berkata “lim mene-mene bangunen Gedung madrasah iki tutuk wetane pesarehane Mbah Lebih kono. H. M. Salim menimpali jawaban “Alhamdulillah Amin Mugi-mugi gusti Allah ngijabahi.

Searah dengan tambahan tanah waqof tersebut maka setelah pengurus DH dapat merampungkan bangunan Gedung madrasah sisi barat bagian depan dengan menghadap ke timur pada tahun 1985/86 (7). ,maka pengurus DH merancang bangunan jangka Panjang dibagian belakang diatas tanah waqof yang baru itu.

Rancangan bangunan ini dibuat atas dasar kehendak almarhum tokoh pendiri DH H. M. Yasin Ali yang disampaikan oleh gusti Allah Ta’ala melalui mimpi salah seorang kepala madrasah DH rancangan bangunan ini dibuat diputuskan dalam rapat dan dilaksanakan sejak tahun 1987/88 (8) hingga 1991/92.

 

Adapaun jumlagh keadaan jumlah siswa Dh sejak 1983/84 sampai tahun 1991/92 untuk siswa MIDH grafiknya turun naik turun sedang siswa MTS DH grafiknya naik naik turun naik beberapa tahun sebelum tahun ajaran 1993/94 terjadi kekosongan dalam tubuh kepengurusan Dh, Sebagian karena wafatnya sejumlah pengurus dan sebagaian lagi karena mengundurkan diri:

1.      H. Ahmadan wakil ketua II mengundurkan diri pada bulan Juli 1989 karena pindah tempat ke Dinoyo Malang

2.      H. Ali Siroj pembantu umum wafat sebagai Syuhada’ Mina pada !0 Dzul Hijjah 1410/1990M

3.      H. M. Nawawi Sie Humas Wafat tahun…

4.      H. M. Salim Bendahara wafat pada 10 Romadhon 1412/1992

5.      K. H. M. Faishol Ridwan mengundurkan diri karena Udzur tua pada 3 Agustus 1993

Karena itu rapat pengurus DH yang digelar pada bulan Nopember 1993 mengadakan pembentukan pengurus DH dengan ketua terpilih H. M. Yasir Kholil

Program yang mendesak yang harus segera ditangani saat itu ialah :

1.      Melanjutkan pembangunan Gedung belakang sisi timur tengah

2.      Membongkar bangunan Gedung yang malang melintang ditengah halaman dan membangun Kembali disebelah timur tengah menghadap kea rah barat. Alhamdulillah ketua program ini dapat tercapai pada tahun 1993/94 (9) dan tahun1994/95 (10) sehingga Madrasah DH Kembali Nampak semakin indah dan anggun.

Tahun ajaran 1994/95 status MTS DH meningkat dari status terdaftar menjadi diakui melalui akreditasi yang dilakukan oleh departemen agama RI dan status tanah DH pun telah berstatuss Waqfiyah dengan nadhir Nahdlatul Ulama’

Momen penting dalam tahun ajaran 1995/96 ialah berdirinya MADH yang kepala sekolahnya dijabat oleh H.A. Mahally Salim untuk sementara merangkap sebagai kepala sekolah MTS DH.

Tahun ajaran 1996/97 H. A. Mahally Sali, mengundurkan diri dari jabatan kepala MTS DH agar dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan tugas jabatan di ke[ala MADH sedangkan jabatan kepla MTS DH diemban oleh Husnul Qowim. Demikian juga K. H. A. Ra’uf Ja’far mengundurkan diri dari jabatan kepala MIDH karena diangkat oleh pengurus DH sebagai wakil kepala MTSDH sedangkan jabatan kepala MIDH oleh pengurus DH diberikan kepada ABD SYukur.

Pada awal tahun ajaran 1997/98 K. H. M. Yasir Kholil mengundurkan diri dari jabatan ketua pengurus DH karena udzur tua maka rapat pengurus DH tanggal 15 September 1997 memilih K. H. A. Mahally Salim sebagai ketua pengurus DH.

Tugas berat yang diemban oleh pengurus DH hyang baru ini telah menyelesaikan

Bangunan gedung bertingkat yang terletak di bagian depan madrasah darul hikmah yang di program selesai pada tahun 1997/1998

Tahun ajaran 1998/1998 H. A. Mahally Salim mengundurkan diri dari jabatan kepala MADH agar lebih berkonsentrasi dalam menjalankan tugas sebagai ketua pengurus DH sedang jabatan kepala MADH oleh pengurus DH di serahkan kepada H. A. Rou’uf ja’far.

Adapun keadaan jumlah siswa antara tahun ajaran 1992/1993 sampai dengan 1998/1999 untuk siswa MIDH grafiknya naik-turun-naik-datar sedang untuk siswa MTS DH grafiknya naik-naik-naik-turun. Untuk siswa Madh perolehannya sangat minim selama 3 tahun jumlah siswa kurang dari 40 anak.

Era refomarsi di indonesia telah menghembuskan angin segar kapada sekolah-sekolah swasta dimana sejumlah tokoh bangsa -tidak ketinggalan- K .H. A. Rohman Wahid berteriak paling lantang bahwa di era orde baru pemerintah kurang perhatian terhadap sekolah-sekolah swasta padahal sekolah-sekolah swasta sangat besar perannya dalm mendidik dan mencerdaskan putra-putra bangsa. Karena itu kata beliau selanjutnya kini sudah tiba saatnya pemerintah meningkatkan perhatiannya kepada sekolah-sekolah swasta dengan meningkatkan anggaran pendidikan dalam APBN & APBD. Teriakan K. H. A. Rohman wahid ini dibalikkan saat beliau menjabat sebagai presiden RI. Hal ini bisa kita siken dengan adanya kucuran dana besar dari pemerintah untuk sekolah-sekolah swasta baik untuk peningkatan sra prasarana pendidikan , pembinaan administrasi fasilitas dan kesejahteraan guru atau murid dll.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh sekolah-sekolah swasta termasuk darul hikmah.

Pada tahun 2000 DH menampung perogram jangka panjang yang akan dilaksanakan secra bertahap dalam 25 tahun ke depan mulai tahun 2001/2002 sampai 2025/2026.

Program tsb. Telah dirancang, dilaksanakan dengan perubahan-perubahan (penambahan dan pengurangan) selang dengan perubahan sikon yang berjalan. Sebagai berikut:

1.      Gedung serbaguna disisi barat bagian tengah.

2.      Melanjutkan gedung bertingkat di bagian depan.

3.      Saring halaman, peralatan kantor, mebeler, komputerisasi.

4.      Rehabilitasi seluruh bangunan secara bertahap

5.      Kesejahteraan guru, karyawan, siswa dan satuan pengurus

6.      Perpustakaan, laboratorium, koperasi, kantin, tempat sepeda

7.      Atribut DH, pedepokan musholla makam pendiri DH

8.      Meningkat semua bangunan secara bertahap

9.      Rumah dinas dll. Yang diperlukan

Syukur alhamdulillah peningkatan anggaran pendidikan dan APBN&APBD yang awali masa presiden Gus Dur ini dilanjutkan oleh pemerintah setelah beliau. Sehingga keadaan sekolah swasta termasuk DH keadaannya jauh lebih besar bila dibanding dengan masa orla dan orba. Sehingga dalam jangka 13 tahun DH dapat melaksanakan sekitar 852 dari program besar yang dirancang selama 25 tahun. Suatu hal yang patut direnung dan di ambil hikmanya ialah keadaan darul hikmah yang nampak segar secara fisik ini perolahan siswa setiap tahunnya belum bisa terangkat pada angka tertinggi sebagaimana yang diraih dalam sejarah perkembangannya bahkan MADH hanya bisa bertahan sampai tahun ajaran 2002/2003 karena perolehan siswa yang sangat minim untuk siswa MIDH & MTS DH grafiknya turun naik turun naik namun alhamdulillah masih berada dalam lajur hijau (tidak sampai kepada jumlah yang memprihatinkan).

 

 

 

1.      Prestasi sekolah

a.       Kelulusan ujian

b.      Juara-juara di sekolah

c.       Dll

2.      Daftar nama-nama guru dan karyawan DH

a.       Nama

b.      Alamat

c.       Masa dinas

 

Kesimpulan

A.     1. Jumlah siswa DH sejak berdiri tahun 1957 hingga 1982 rata-rata pertahun naik sampai angka perolehan tertinggi yaitu 402 siswa. Setelah itu turun naik dan sampai tahun 2013 ini belum mencapai angka tertinggi yang pernah diraih. Jumlah terendah yaitu 251 siswa terjadi tahun 1988/1989

2. jumlah siswa MTS DH sejak berdiri tahun 1983 hingga 1996 hampir setiap tahun naik sampai angka perolehan tertinggi yaitu 371 siswa. Setelah itu turun drastis hingga angka perolehan 117 siswa pada tahun 2004 setelah itu naik dan turun hingga tahun 2012/2013 kenaikan belum mencapai diatas angka 371 dan penurunannya tidak sampai dibawah angka 117.

3. grafik jumlah siswa MI DH dan MTS DH pertahunnya sebagaimana terlampir.

B.     1. Gedung TKM DH + MI DH + MTS DH sejak tahun 1958 hingga 2013 senantiasa bertambah sejalan dengan pertambahan jumlah siswa dan kebutuhan madrasah

2. sejak didirikan 1957 MI DH menempati mushola darus salam ½ tahun dan rumah pak jailan 1 tahun (keduanya masih wilayah RT 06/03) gedung yang dibangun permanen selesai dan dapat ditempati pada tahun 8-11-1958.

3. dana perkembangan gedung TKM DH + MI DH + MTS DH sejak tahun 1958 hingga 2013 sebagaimana terlampir : garis tebal menunjukkan gedung bertingkat.

C.       1. Daftar nama-nama ketua pengurus DH, kepala MI DH, kepala MTS DH dan MA DH sebagaimana berikut:

a.       Nama-nama ketua pengurus DH:

1957-1984

28 tahun

1985-1993

 8 tahun

1994-1996

4 tahun

1997-sekarang

17 tahun

1.      H. M. Yasin Ali

2.      H. M. Faishol Kholil

3.      H. M. Yasir Kholil

4.      H. M. Mahally Salim

b.      Nama-nama kepala MI DH:

1957-1959

3 tahun

1960-1977

18 tahun

1978-1984

6 tahun

1985-1985

1 tahun

1986-1995

11 tahun

1996-sekarang

18 tahun

1.      Ma’shum

2.      H. M. Yasir Kholil

3.      H. A. Mahally Salim

4.      H. Madzkur Jalil

5.      H. A. Ro’uf Ja’far

6.      A. Syukur

c.       Nama-nama kepala MTS DH:

1983-1995

13 tahun

1996-sekarang

18 tahun

1.      H. A. Mahally Salim

2.      Husnul Qowim

d.      Nama-nama kepala MA DH:

1995-1997

           3 tahun

1998-2002

           4 tahun

1.      H. A. Mahally Salim

2.      H. A. Ro’uf Ja’far

2. sejak Darul Hikmah didirikan perhatian pemerintah RI terhadap lembaga pendidikan swasta sangat minim dan kesejahteraan guru pun apa adanya. Alhamdulillah sejak K. H. A. Rohman wahid menjadi presiden lembaga pendidikan swasta diperhatikan dan kesejahteraan guru pun ikut terangkat.